Blog EntryLAKERJan 14, '08 10:29 AM
for everyone

Ini sebenernya tulisan sudah lama banget tepatnya Juli 2006, waktu itu ada Kunker Istri Menteri Perhubungan (Ibu Okke Hatta Rajasa)ke Palembang,  aku bersyukur banget bisa nemenin dia di Palembang, dalam kunjungan ibu Okke yang sangat singkat itu (2 hari), ternyata ibu Okke punya niat yang bagus banget, beliau mau buat tulisan tentang LAKER, LAKER ? Sumpah deh..aku gak tau apa itu padahal aku tinggal di Palembang ya, tapi ternyata bukan cuma aku yang gak tau rata2 pada bengong waktu bu Okke bilang mau ketempat pembuatan Laker. Ternyata Laker itu ...........

Oh, kalo ini sih kita semua tau, tapi dasar emang aku yang kuper..gak tau kalo itu namanya laker........, jadilah kami mengajak ibu Okke ke tempat-tempat pembuatan Laker, tepatnya di jalan Faqih Jalaludin sepanjang daerah Masjid Agung, eh sebelumnya aku mau ngasih tau kalo Palembang itu banyak banget kerajinannya selain Kain Songket yang  terkenal itu, ada juga kain jumputan, Laker, Lamat (Kasur Tipis yang lebar) dll deh....

Menurut para pengrajin yang kami datangi laker memiliki warna asli adalah warna merah kecoklatan (merah manggis), dengan motif burung hong, naga, bunga matahari, daun melati. Laker merupakan pengembangan dari Rek dan lemari pengantin. Dengan pengembangan berbagai bentuk seperti untuk alat-alat makan (Manner), dulang (tempat nasi), nampan, tingkat cena, tenong. Laker memiliki motif berasal dari laker China Tiongkok, memiliki karakteristik agama Islam, dan memiliki motif-motif geometri.

      Untuk pembuatan kerajinan laker dibuat dengan kayu mahoni dan  tembesu,  bahan baku kayu didapatkan dari tukang bubut yang berada di Palembang. Pemilihan kayu mahoni karena kayunya lebih tahan terhadap bubuk (rayap) dan anti pecah.

                              

      Cara pembuatan Laker :

      Kayu mentah yang telah di bentuk sesuai pesanan (rek, lemari, tenong, dll), disanding atau dihaluskan/didempul/diamplas, digambar, diblok (gunanya untuk menampilkan gambar) dengan menggunakan tinta cina asli, diberi warna prada (emas), kemudian di malau.

       Malau berasal dari rumah semut yang diberi spritus putih, malau berguna untuk mengeluarkan warna kuning emas dari warna prada. 

       Ditempat kerajinan Mir Senen, terdapat laker yang telah dimodifikasi sehingga warna yang dipakai lebih bervariasi (hijau,kuning,merah), Mir Senen telah memodifikasi warna sejak tahun 1990.

 
    Para pengrajin mempunyai persepsi bahwa Laker adalah proses dalam mewarnai /melukis diatas kerajinan yang terbuat dari kayu, bambu, kulit, dan tikar, dengan cara dilapis-lapis, yang finisingnya menggunakan malau.

 Hasil perbincangan dengan ibu Alauwiyah Yusuf, salah satu pengrajin Laker.  

      Ibu Alauwiyah  merupakan salah satu pengrajin Laker yang belum terlalu lama menekuni bidang ini baru berjalan selama lima tahun, sebelumnya dia menekuni bisnis berjualan barang antik, tetapi orangtuanya merupakan pengrajin Laker, setelah orang tuanya meninggal ibu Alauwiyah mulai tertarik untuk meneruskan usaha orang tuanya, menurutnya Laker sendiri merupakan lukisan diatas kayu yang merupakan cerita dari kisah pernikahan campur antara orang Cina Tionghoa dengan orang Palembang, sehingga warna merah yang ada pada lukisan merupakan warna dari Cina dan warna emas merupakan warna dari Palembang, dan warna hitam merupakan warna jembatan (penyatu dari Cinta). Ibu kelahiran 28 Oktober 1959 yang memiliki 2 orang putra dan 1 putri ini mendapatkan cerita tersebut dari orang tuanya, sehingga dia diminta orang tuanya untuk tetap melestarikan warna dan gambar-gambar yang ada karena semuanya memiliki arti, tetapi karena permintaan pasar ibu Alauwiyah melakukan modifikasi, tetapi tidak meninggalkan unsur gambarnya hanya merubah warna merah menjadi coklat emas, dan membuat aneka laker dengan bentuk-bentuk yang berbeda. Didalam finishing pembuatan Laker sendiri ibu Alauwiyah tidak menggunakan malau, menurut beliau dengan menggunakan malau apabila laker tersebut terkena air es (misalnya diletakkan gelas berisi air es), maka akan meninggalkan bekas/noda di laker tersebut dan sulit untuk dihilangkan, sehingga di dalam finishing dia mempergunakan melamik, memang harganya lebih mahal dari malau tetapi hasil yang didapat lebih baik.

     Saat ini Ibu Alauwiyah merupakan pengrajin yang dipercaya oleh Ibu Gubernur Provinsi Sumatera Selatan untuk mewakili pengrajin laker yang ada di kota Palembang melakukan pameran di berbagai daerah di Indonesia maupun Manca negara. Contohnya disaat tim kesenian Sumsel berkunjung ke Singapura, Malaysia, Brunai, Italia, Bangkok, Prancis, ibu Alauwiyah selaku ikut untuk mempromosikan kerajinan Laker, songket dan kayu ukir khas Palembang. Ibu Alauwiyah sendiri selalu berinovasi didalam bentuk-bentuk dari Laker dengan melihat dari majalah, atau membuat sesuai pesanan yang diinginkan konsumen. Bahan baku yang dipergunakan oleh ibu Alauwiyah sendiri didapat dari luar pulau Sumatera, kayu yang dipergunakan untuk Laker adalah kayu Mahoni.

     Saat ini  ibu Alauwiyah sedang mengerjakan souvenir untuk negara Brunai Darusalam, setiap bulan beliau mendapat pesanan dari Brunai berbentuk souvenir yang bentuknya disesuaikan dengan keinginan pasar Brunai tetapi warna asli dari Laker tidak berubah. Omset yang didapat beliau dalam satu bulan bisa mencapai 20 juta rupiah.

Narasumber:
1.  Kemas Fuad Husein (Seni Kerajinan Ukir dan Seni Lukis Laker Khas Palembang
     Jl. Faqih Jalaluddin No.102 Kel.19 Ilir Palembang Telp (0711) 358322
     Jl. Kangguru III No.5 Komplek Halom Jakarta Timur

2.  H. Gathmyr Senen (Mir Senen)Jl. AKBP H.M. Amin No.445 Palembang Telp (0711) 366806
     Fax (0711) 320741 Hp 081367520391

3.  Hj. Hatiahnawati (Poligon BF-12 Art Shop)

     Jl. Faqih Jalaluddin No.262.A Palembang Telp (0711) 367149

4. 
Al-Ihsan namapemilik (Alawiyah Yusuf)
     Jl.Takeda I No.1 30 ilir Palembng Telp.0711 317784-07117078284

Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help